DITULIS OLEH

Kelelahan bekerja? Hati-hati Mengalami Burnout

Bagikan artikel ini

Apakah kamu pernah mengalami berat karena bekerja atau tekanan perasaan yang menyebabkan suatu kondisi mental mu bermasalah ? hati-hati bisa saja kamu termasuk mengalami kondisi burnout. Seberapa bahayakah burnout itu ? dan bagaimana cara mengatasinya ?

Burnout
Burnout
Apa itu Burnout ?

Menururt Reudenberger (1973) seorang psikologi klinis dalam jurnal psikologi professional. Burnout merupakan suatu kondisi seseorang yang mengalami kelelahan karena bekerja terlalu keras tanpa memperhatikan kebutuhan pribadinya. Hal tersebut menyebabkan mereka merasakan adanya tekanan-tekanan untuk memberi lebih banyak. Tekanan ini bisa berasal dari dalam diri mereka sendiri dan dari faktor eksternal.

Burnout adalah suatu bentuk ketegangan atau tekanan psikis yang berhubungan dengan stres, dialami seseorang dari hari ke hari, ditandai dengan kelelahan fisik, mental dan emosional (Maslach dalam Nurmayanti dan Margono, 2021)

Sedangkan menurut Pines dan Aroson mendefinisikan burnout sebagai keadaan kelelahan secara fisik, emosi dan mental yang disebabkan pada situasi yang secara emosional penuh dengan tuntunan dalam jangka waktu yang panjang.

 

Bagaimana karakteristik burnout ?

Menurut Maslach & Jackson (dalam Tameon, 2019) terdapat tiga karakteristik Burnour antara lain :

1. Kelelahan emosional

Kelelahan emosional dapat terjadi ketika seseorang merasa kelelahan secara emosional karena banyaknya beban pekerjaan. Pada umumnya, seseorang akan muncul perasaan putus asa, sedih, mudah menyerah, hingga apatis karena merasa tidak mampu memberikan pelayanan secara psikologis. Selain itu seseorang akan mudah marah dan mudah tersinggung tanpa diketahui penyebabnya.

2. Depersonalisasi

Depersonalisasi terjadi ketika seseorang merasa bahwa ada yang mengawasi atau merasa seolah mereka sedang bermimpi. Tidak jarang, depersonalisasi menimbulkan stres hingga depresi. Ciri seseorang mengalami depersonalisasi antara lain adanya sikap kasar, menjaga jarak, cenderung tidak peduli terhadap lingkungan hingga sikap negatif lainnya.

3. Reduced Personal Accomplishment

Kondisi ini diartikan sebagai perasaan tidak puas terhadap diri sendiri baik itu dalam hal pekerjaan hingga lingkungan sehari-hari.

Baca juga : Kapan harus ke Psikolog ?

 

Faktor-Faktor Penyebab Burnout 

Menurut Lee dan Ashfort dalam Tameon 2019, Terdapat faktor eksternal yang mempengaruhi burnout yaitu :

1. Ambiguitas Peran

Ambiguitas Peran merupakan suatu keadaan yang terjadi pada seseorang dikarenakan mereka kebingungan mengenai kewajiban apa yang harus dilakukan.

2. Konflik Peran

Konflik Peran merupakan suatu keadaan yang terjadi pada seseorang karena mengemban lebih dari satu peran yang saling bertentangan.

3. Beban Kerja

Beban kerja merupakan intensitas pekerjaan, jumlah individu yang harus dilayani, dan beban kerja yang harus diselesaikan.

4. Dukungan Sosial

Dukungan sosial yaitu dukungan dari pimpinan, dukungan dari keluarga, dan dukungan dari rekan kerja.

Selain itu, burnout dipengaruhi oleh faktor individu seperti jenis kelamin, usia, etnis, status, tipe kepribadian, konsep diri, dan kemampuan mengendalikan emosi (Sullivan dalam Tameon, 2019). Faktor lainnya adalah beban kerja yang berlebihan, meliputi lamanya jam kerja, banyaknya tanggungjawab yang harus diterima, dan banyaknya tugas yang harus diselesaikan. Keterlibatan terhadap pekerjaan, tingkat fleksibilitas waktu kerja, dan dukungan sosial juga mempengaruhi terjadinya burnout (Alarcon dalam Tameon, 2019).

 

Cara mengatasi Burnout

Jika kamu atau orang terdekat mu mengalami kondisi burnout seperti ciri-ciri diatas. Maka kamu dapat mengatasinya dengan langkah-langkah berikut ini :

1. Buat prioritas

Buatlah prioritas dalam pekerjaanmu. Buatlah daftar pekerjaan dari yang penting hingga kurang penting

2. Jangan berekspetasi berlebihan dan berikan apresiasi

Mulailah belajar mengatur pola pikir dan bersikap realistis.  Dengan demikian, hal ini dapat menurunkan kecemasan dan stres di tempat kerja. Selain itu, berikan dirimu apresiasi atas prestasi yang kamu lakukan.

3. Ceritakan kepada orang terdekatmu

Jangan menyimpan bebanmu sendirian, ceritakan bebanmu kepada orang yang kamu percaya. Karena hal tersebut dapat melepaskan emosi negatif dan mengurangi stres.

4. Jaga keseimbangan hidup

Jangan terlalu keras dalam bekerja. Luangkan waktu untuk menjernihkan pikiran seperti berlibur sehingga meningkatkan semangat dan motivasimu.

 

Sumber :

ALODOKTER.(2020).Ciri-ciri Burnout dan Cara Mengatasinya

https://www.alodokter.com/ciri-ciri-burnout-dan-cara-mengatasinya

Nurmayanti dan Margono. (2021). Burnout Pada Dokter. Jurnal Universitas Airlangga.

http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-pjsbb59449eadfull.pdf

Tameon, Sance Mariana.(2019). Gambaran Burnout Pada Dosen STAKN Kupang. Jurnal Selaras

        http://ejournal.uki.ac.id/index.php/sel/article/view/1514/1201

Artikel Terkait