Kapan Harus Ke Psikolog? Pertanyaan ini tergantung dari kondisi apa yang dirasakan oleh Anda saat ini. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari tentunya akan ada saja problematika yang kita alami. Yang satu belum selesai, datang lagi masalah lain. Ada masalah ringan yang bisa kita atasi sendiri solusinya, ada juga masalah berat yang sampai mengganggu pikiran, perasaan, bahkan kesehatan mental kita.

Sehingga, terkadang terjadi percakapan antara kamu dan teman kamu
A : ”Apa iya aku harus ke psikolog?”
B: “Ngapain ke psikolog? Kamu stres?”
Bagi sebagian orang, datang ke psikolog masih dianggap hal yang tabu, lho. Sehingga banyak membuat orang mengurungkan niatnya untuk berkonsultasi ke psikolog
Apabila masalah yang berat dibiarkan terus menerus sehingga berlarut-larut di dalam pikiran kita, maka akan mengganggu kesehatan mental kita.
Apa perlu kita ke psikolog? Atau ternyata kita butuhnya Psikiater? Memang apa sih bedanya? Bagaimana caranya ke Psikolog? Dengarkan penjelasannya di Podcast ini ya.
Baca juga : Ketika Melamun Menjadi Tidak Sehat, Kamu Perlu Waspada

Nah. Dibawah ini ada 4 tanda kamu sedang membutuhkan Psikolog
-
Kamu Kehilangan Sesuatu yang Berharga
Saat kehilangan seseorang atau sesuatu, muncul rasa sedih yang berlebihan. Jika rasa sedih tidak dapat teratasi dengan baik, maka kamu membutuhkan ahlinya untuk mengatasi hal tersebut.
-
Trauma yang Terus Kamu Ingat
Trauma terhadap hal pekerjaan, percintaan, kesehatan, ataupun mengalami suatu pelecehan, maka kamu perlu mengkonsultasikan kepada psikolog. Terutama trauma tersebut membuat kamu mengingatnya secara terus menerus.
-
Kamu Sudah Tidak Punya Tempat untuk Bercerita
Jika keluarga, sahabat, bahkan teman sudah lelah mendengarkan keluhan-keluhan pada diri kita, biasanya mereka akan menghindar. Jika bercerita kepada orang terdekat sudah tidak bisa, maka perlulah kita untuk berkonsultasi dengan psikolog.
-
Melarikan Diri kepada Hal yang Tidak Sehat
Beberapa orang dalam mencari pelampiasan, biasanya dengan melakukan kebiasaan buruk, salah satunya mengkonsumsi alkohol, seks bebas, hingga mengkonsumsi narkoba. Jangan sampai hal tersebut terjadi hingga berlarut-larut. Segeralah untuk menemui psikolog.
Nah, sekarang, apakah kamu yang sedang membaca artikel ini mengalami salah satu tanda dari 4 di atas? Jika iya, maka kami sarankan untuk jangan mendiamkannya. Sebaliknya, cari upaya-upaya yang bisa kamu lakukan untuk membuat dirimu setidaknya lebih tenang dan rileks. Salah satunya, kamu bisa manfaatkan program Teman Bercerita dari Catatan Psikologi.
Apa itu Teman Bercerita? Sebuah program untuk bercerita, curhat ataupun sambat secara online melalui fitur chat what’s app yang ditangani oleh mental health volunteer yang berasal dari mahasiswa/ freshgraduate jurusan psikologi seluruh Indonesia dan telah mendapatkan pembekalan mengenai Psychological First Aid atau pertolongan pertama pada psikologis. Sejauh ini, sudah ada 4 batch program Teman Bercerita yang melibatkan puluhan Teman Pendengar dan ratusan Teman Pencerita dari berbagai daerah di Indonesia
Program Teman Bercerita batch ke 5 akan segera dibuka kembali. Tapi, kamu bisa banget follow instgaram Catatan Psikologi terlebih dahulu, agar tidak ketinggalan informasinya dan bisa memanfaatkan. Klik di sini untuk follow yaa!
Atau, jika kamu pengen mendapatkan penanganan psikologis langsung dari professional. Catatan Psikologi juga menyediakan program Teman Bercerita Bareng Psikolog. Adapun kelebihan program Teman Bercerita Bareng Psikolog dengan program Teman Bercerita dari mental health volunteer adalah:
- Penanganan langsung oleh Psikolog lulusan S2 Magister Profesi Psikologi
- Psikolog memberikan hasil asesmen yang mendalam, sehingga klien tidak hanya sekadar bercerita
- Hasil diagnosa dari Psikolog professional
- Adanya lembar kerja yang dapat memastikan progress klien
- Teman bercerita akan memberikan materi secara online.
Kamu pasti pernah dengar kan pepatah “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Sehingga ada baiknya sebelum masalah psikologis kamu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, maka lebih baik lakukan upaya-upaya pencegahan lebih dini ya Capster. Setuju?