DITULIS OLEH

Apa Itu Overthinking? Yuk Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya

Bagikan artikel ini

Overthinking, tentu sebagian besar dari kita sering mendengar kata tersebut. Baik dalam percakapan sehari-hari, di sosial media, di kampus, di kantor, dan di berbagai ruang-ruang diskusi. Dalam benak kita terkadang bertanya-tanya, apa itu overthinking? Apa saja ciri-cirinya? Apakah normal mengalami overthinking ini? Lalu, bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak pembahasannya.

apa itu overthinking
Apa Itu Overthinking?

Apa Itu Overthinking?

Overthinking sendiri merupakan istilah yang berasal dari bahasa Inggris, terdiri dari dua suku kata yakni “over” dan “thinking”. Kata over memiliki arti berlebihan, terlalu, dan kata thinking memiliki arti pikiran atau pemikiran. Jadi dapat dimaknai bahwa overthinking adalah suatu perilaku dimana seseorang berpikir secara berlebihan mengenai suatu hal. Padahal, kita sadar tidak memilih untuk melakukan hal tersebut.

Tak jarang kita atau orang-orang terdekat kita mengalami overthinking ini. Sayangnya kita tidak menyadari hal itu. Kemunculan si overthinking ini terkadang suka muncul tiba-tiba. Kayak tukang parkir yang suka muncul tiba-tiba, kalau kita mau pulang. Hal-hal yang kamu pikirkan juga bermacam-macam dan cenderung random. Terkadang mikirin suatu hal yang membutuhkan sebuah keputusan, memikirkan masa lalu, menerka-nerka masa depan, keadaan sekeliling seperti omongan orang lain tentang dirinya bahkan hingga hal sepele layaknya teori-teori konspirasi. Pemicunya pun beragam mulai dari masalah keluarga, hubungan, pendidikan, pekerjaan, adanya tekanan dan lain-lain.

Pada akhirnya, overthinking ini lahir dari kurangnya kepastian atau validasi dari apa yang diproses dalam pikiran. Seringkali, overthinking yang tidak terkendali dapat menimbulkan gejala kecemasan. Ketika seseorang melakukan hal tersebut secara terus-menerus maka akan berdampak negatif pada dirinya sendiri, seperti mudah lelah secara emosional sehingga dapat berdampak pada terkuras energinya dan menjadi tidak produktif.

Tanda-Tanda Overthinking

Setelah mengetahui apa itu overthinking? Tentu akan lebih baik jika kita juga mengetahui beberapa tanda-tanda bahwa kita sedang menjadi seorang overthinker. Untuk lebih jelasnya, mari bahas satu per satu.

insomnia
Source: Pexels

1. Mengalami Insomnia dan kesulitan untuk mengontrol pikiran

Tanda pertama yakni kamu sering mengalami kesulitan untuk tidur atau insomnia. Pada awalnya kamu merasa kesulitan untuk mengontrol pikiranmu. Sehingga membuat otakmu terus aktif dan bekerja. Pada akhirnya otakmu tidak bisa rileks dan akhirnya sulit untuk tidur.

2. Sering meragukan diri sendiri

Tanda kedua yakni kamu sering meragukan dirimu sendiri. Ketika kamu perlu membuat keputusan-keputusan besar dalam hidupmu. Kamu merasa ragu akan keputusan yang telah kamu ambil. Kamu lebih mempercayai pendapat dan penilaian orang lain, untuk hal-hal yang kamu akan jalani. Bahkan, untuk hal kecil sekalipun seperti gaya berpakaian, pemilihan makanan dan hal-hal kecil lainnya.

3. Merasa lelah dan kesulitan dalam membuat keputusan

Tanda ketiga yaitu kamu sering merasa lelah. Rasa lelah muncul karena energi yang kamu gunakan untuk berpikir secara berlebihan. Ketika kamu memiliki suatu masalah, memang sudah selayaknya kamu berpikir untuk menemukan solusi akan masalah tersebut. Akan tetapi, terburu-buru ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan berpikir secara berlebihan. Hanya akan membuat energi yang kamu miliki habis dan berputar pada masalah yang ada. Sehingga akan semakin membuatmu kesulitan dalam mengambil keputusan.

4. Mengkhawatirkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol oleh diri

Tanda keempat yaitu membuat dirimu mengkhawatirkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Masa lalu, masa depan, serta perkataan orang lain adalah beberapa hal yang tidak dapat kamu kontrol seutuhnya. Terkadang hal-hal tersebut membuat dirimu menjadi berpikir berlebihan. Karena hal yang kamu harapkan tidak sesuai dengan kenyataan. Hingga akhirnya membuat dirimu terpuruk.

Baca Juga: Kapan Harus Ke Psikolog?

Apa Sih Dampak Overthinking bagi Kesehatan?

Salah satu quotes yang dapat memberikan gambaran tentang overthinking yakni “We are dying from overthinking. We are slowly killing ourselves by thinking about everything”. Tapi, terkadang tidak sedikit dari kita belum mengetahui bahaya dari overthinking itu sendiri.

stres
Source: Pexels

1. Stres

Salah satu efek buruk dari overthinking adalah munculnya stres. Hal ini disebabkan karena otak terus-menerus terlibat dalam memikirkan hal-hal yang tidak berguna secara berlebihan, sehingga tekanan psikologis menjadi lebih besar.

Sehingga sistem saraf pusat tubuh mengirimkan sinyal ke kelenjar adrenal, yang melepaskan sejumlah besar hormon stres. Gejala fisik akibat stres yang mungkin terjadi pada diri  termasuk sakit kepala, mual, gangguan konsentrasi, peningkatan denyut jantung, dan pernapasan cepat.

2. Gangguan Mental

Ketika kamu terus berpikir secara berlebihan, maka hal tersebut akan berdampak buruk terhadap dirimu, karena dapat menimbulkan berbagai gangguan mental seperti kecemasan, depresi, dan serangan panik. Jika hal ini berlangsung kepada orang yang sudah memiliki penyakit mental.  Maka akan semakin mempersulit pengobatan dan berpengaruh terhadap kebermaknaan hidup si penderita.

3. Peningkatan Berbagai Risiko Penyakit Fisik Lainnya

Berdasarkan website Cleveland Clinic, risiko penyakit jantung bisa meningkat akibat stres berkepanjangan, yang mungkin salah satunya diakibatkan oleh kebiasaan overthinking kita. Selain itu, stres juga mampu memicu perilaku kompulsif untuk menghilangkan stres. Hal tersebut dapat mengakibatkan kebiasaan negatif lainnya seperti kecanduan alkohol atau penggunaan narkoba.

Lalu, Bagaimana Cara Mengatasi Overthinking?

Setelah mengetahui lebih jauh tentang overthinking baik dari tanda-tanda maupun bahayanya. Mungkin dalam hatimu bertanya-tanya “Terus gimana dong caranya, kalau suatu saat aku mengalami overthinking ini?” Nah oleh karena itu, penulis akan membagikan beberapa cara untuk mengatasinya. Yuk simak, biar kamu juga bisa menerapkannya.

believe in yourself
Source: Pixabay

1. Menyadari Apa Yang Sebenarnya Terjadi

Untuk mengatasi overthinking, tentunya langkah pertama adalah menyadari tentang hal yang sedang dialami oleh diri kita. Ketika kita lebih sadar akan kondisi kita, maka tentu akan lebih mudah untuk mencari sumber pemicu overthinking ini. Sebab, beberapa orang mungkin akan berpikir berlebihan ketika ia tidak mengetahui apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Dengan mengetahui sumber pemicunya, maka kamu akan lebih mudah untuk mengontrol diri.

2. Memberikan Afirmasi Positif pada Diri

Memberikan sebuah afirmasi positif pada saat kamu mengalami overthinking, memanglah bukan hal yang mudah. Seringkali, kamu lebih mempercayai pikiran-pikiran negatif terhadap dirimu. Namun cobalah sesekali untuk mulai memberikan afirmasi positif kepada dirimu. Kamu bisa mengatakan hal positif apapun, seperti “Saya percaya diri dengan penampilan saya”, “Saya memiliki masa depan yang cerah”, “Saya baik-baik saja”, dan berbagai afirmasi positif lainnya.

Kamu akan mendapatkan perasaan positif melalui afirmasi tersebut. Sehingga kamu akan berhenti overthinking dan kembali semangat menjalani hari. Kamu dapat melakukan afirmasi tersebut saat sebelum tidur pada malam hari dan di pagi hari saat dirimu membuka mata.

3. Cerita ke Orang yang Kamu Percaya

Coba deh untuk lebih terbuka dengan orang lain. Kamu dapat bercerita tentang hal yang sedang menganggu pikiranmu, dimulai dari orang terdekatmu. Kamu bisa tanya ke mereka, tentang hal yang sedang kamu pikirkan saat ini. Mungkin, mereka juga pernah mengalaminya. Jadi kamu bisa mendapat sudut pandang lain tentang masalah yang sedang kamu hadapi.

Akan tetapi, kamu pasti merasa bingung ketika tidak memiliki orang terdekat atau orang yang dapat kamu percaya. Tapi tenang saja, karena kamu bisa berbagi cerita di Catatan Psikologi melalui Teman Bercerita. Di sini, kamu dapat bercerita tentang masalahmu dan akan didengarkan oleh orang-orang yang telah dibekali ilmu psikologi. Bahkan lewat Teman Bercerita, kamu akan lebih tahu kapan dirimu harus ke psikolog? Ketika masalah yang sedang kamu alami, perlu penanganan oleh orang yang lebih profesional.

4. Fokus pada Hal yang Mampu Kamu Kontrol

Banyak hal di dunia ini, yang tidak mampu kamu kendalikan seutuhnya. Namun tanpa kamu sadari, terkadang hal-hal tersebut justru sering mengganggu pikiranmu. hal seperti: perkataan negatif orang lain tentang dirimu, keraguan akan masa depanmu, hasil yang tidak sesuai harapan atas usahamu dan berbgai macam hal lainnya yang tidak mampu kamu kendalikan.

Padahal, hal-hal tersebut ketika kamu pikirkan secara berlebihan, hanya akan menghabiskan energimu. Hal tersebut juga tidak akan memberikan efek positif terhadap situasi yang sedang kamu hadapi. Oleh karena itu, mulailah fokus pada hal-hal yang bisa kamu kontrol. Fokuslah menggapai impianmu. Hingga di masa depan, kamu tidak mempunyai waktu untuk menyesali hal-hal yang telah lalu.

Penulis: Muhammad Amin Alimuddin

Artikel Terkait