Bagaimana caranya bahagia? Pertanyaan ini hampir selalu muncul pada setiap orang. Apakah kamu sepakat dengan pendapat: “Semua orang di dunia ini pasti ingin bahagia“. Pastinya setujukan? Akan tetapi tidak semua orang mampu menemukan kebahagiaan mereka dengan mudah. Hal ini pun yang membuat kita bertanya-tanya “Sebenarnya, bagaimana caranya bahagia? Apa yang bisa membuat kita bahagia?”.
Pada tahun 2012, seorang psikolog bernama Martin Seligman mengemukakan teori mengenai well-being. Well being atau juga dapat diartikan sebagai kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Dia menjelaskan setidaknya ada 5 hal yang berkontribusi dalam mencapai well-being, secara sederhana dapat disingkat dengan istilah PERMA. Apa sajakah itu?

-
(P)ositive emotion
Emosi positif tidak hanya mengenai emosi senang saja lho melainkan dapat berupa harapan, cinta, kebaikan, bersyukur, dan sebagainya. Hal yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan emosi positif adalah dengan membuat gratitude journal dan melakukan hal yang kamu senangi.
-
(E)ngagement
Engagement adalah sebuah kondisi ketika seseorang benar-benar fokus ketika mengerjakan sesuatu dan merasa senang dalam melakukannya. Keadaan ini bisa kamu alami ketika melakukan passion kamu atau hal yang sangat kamu senangi.
-
(R)elationship
Menurut Seligman, hubungan yang positif memiliki peranan yang kuat dalam mendukung well-being seseorang. Tidak hanya itu, hubungan yang positif dapat memberikan manfaat, seperti membuat kesehatan fisik dan mental lebih baik.
-
(M)eaning & purpose
Memiliki tujuan dan makna dalam hidup dapat membantu kita untuk fokus pada hal-hal yang penting. Tujuan hidup setiap orang tentunya berbeda-beda ya. Ada yang memiliki tujuan hidupnya ingin sukses, membahagiakan keluarga, punya banyak uang, dsb. Kalau Capster sendiri, apa tujuan dalam hidupmu?
-
(A)ccomplishment
Memiliki tujuan dan berusaha untuk mencapainya sangatlah penting dalam well-being sebab pencapaian membantu kita dalam membangun self-esteem. Ingat ya, pencapaian tidak berarti mencapai tujuan yang besar saja, melainkan bisa juga berasal dari hal-hal yang sederhana.
Catatan Psikologi sendiri memiliki tagline “spread happiness” dengan tujuan membantu orang lain untuk menemukan kebahagiaan dalam hidupnya dan menyebarkannya kepada orang lain, khususnya orang-orang terdekat.
Catatan Psikologi percaya bahwa dalam hidup, sebenarnya setiap manusia memiliki hal-hal yang bisa di syukuri dan bahagia atas hal tersebut. Sekecil apapun dan sesederhana apapun hal tersebut.
Kami rutin membagikan konten edukatif seputar dunia psikologi, kesehatan mental dan pengembangan diri melalui Channel Telegram hampir setiap hari, agar banyak orang sadar bahwa banyak hal-hal kecil dihidup kita ini yang bisa membuat kita bahagia. Kamu bisa join Channel Telegram Catatan Psikologi dengan klik disini, agar setiap hari kamu mendapatkan reminder positif.
Baca Juga: Kapan Harus Ke Psikolog?
Selain membangun 5 hal yang dapat berkontribusi dalam munculnya kebahagiaan dalam hidup, cara tambahan yang dapat kamu lakukan adalah dengan “mencintai diri sendiri” apa adanya. Namun, mencintai diri secara apa adanya disini bukan maksudnya meniadakan pengembangan diri yang harus kudu wajib kita laksanakan ya Capster. Apalagi kalau usia kita masih antara 17 tahun hingga 27 tahun, ambil ajalah semua kesempatan dan peluang yang dapat membuat diri kita semakin berkembang jauh lebih baik. Ready ya Capster?!
Untuk kamu yang kepengan tahu seberapa jauh rasa cinta kamu terhadap diri kamu sendiri, kamu bisa ikutan kuis psikologi online berikut ini. Klik di sini!
Sumber:
https://www.pursuit-of-happiness.org/history-of-happiness/martin-seligman-psychology/
https://www.authentichappiness.sas.upenn.edu/learn/wellbeing
Seligman, M. (2013). Building the state of wellbeing : a strategy for south australia. Adelaide, SA : Department of the Premier and Cabinet.
