DITULIS OLEH

Quarter Life Crisis Dan Cara Menghadapinya

Bagikan artikel ini

Quarter life crisis, mungkin kamu sudah sering mendengar dan familiar dengan istilah tersebut. Atau mungkin kamu adalah salah satu orang yang sedang mengalaminya saat ini?

apa itu quarter life crisis
Source by: Pexels

Quarter life crisis merupakan fase krusial dalam kehidupan yang kita jalani. Atau dapat dikatakan fase ini adalah titik pendewasaan diri. Seiring bertambahnya usia, menjadi dewasa memanglah sebuah keharusan bagi setiap orang. Akan tetapi, tidak setiap orang siap untuk menjadi dewasa dan hal inilah yang memicu terjadinya krisis dalam diri. Krisis inilah yang memicu terjadinya sebuah fase yang disebut quarter life crisis.

Ada kalanya kita akan mengajukan berbagai pertanyaan kepada diri kita sendiri. “Siapa aku?”, “Apa yang ingin kulakukan?”, “Kenapa hidupku hanya begini-begini saja?”, dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin akan selalu menghantui kamu dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kamu bangun tidur hingga menemanimu sebelum kamu lelap dalam tidur.

Orang yang sedang dalam fase quarter life crisis biasanya dirinya merasa tidak memiliki tujuan, bingung, cemas hingga khawatir akan masa depan yang ia miliki. Terkadang mereka juga ragu akan eksistensi mereka sebagai seorang manusia. Bahkan hingga kehilangan arah karena tidak adanya tujuan hidup yang mereka rencanakan.

Jadi, Apa Itu Quarter Life Crisis?

Quarter life crisis adalah sebuah fenomena krisis emosional yang terjadi disebabkan dari tidak adanya kesiapan mereka pada proses transisi dari remaja menuju dewasa. Biasanya proses ini dikatakan sebagai proses pencarian jati diri yang terjadi pada rentang usia 20 – 30 tahun. Krisis ini muncul disebabkan oleh dua faktor yakni faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal itu sendiri hadir berdasarkan kekuatan serta kerentanan dari pribadi orang tersebut ketika menghadapi suatu masalah. Sedangkan faktor eksternal muncul karena adanya tekanan dari orang-orang sekitar baik keluarga, teman, dan lingkungan.

Durasi quarter life crisis sangat fleksibel tergantung bagaimana proses belajar orang tersebut. Mulai dari cara ia memahami dirinya, keinginannya, lingkungan, dan lain-lain. Ketika seseorang berhasil melalui fase yang krusial ini, selain ia berhasil mencapai kehidupan yang lebih stabil. Dia akan lebih matang ketika dihadapkan pada suatu permasalahan. Kamu juga dapat mendengarkan penjelasan lebih detailnya, melalui Podcast ini.

quarter life crisis
Podcast Catatan Psikologi

 

Tanda-tanda Seseorang Mengalami Quarter Life Crisis

Oleh karena itu, agar kamu lebih siap untuk menghadapi fase ini, kamu harus mengetahui beberapa tanda-tanda dari quarter life crisis ini, diantaranya adalah:

1. Ada Satu Momen Sering Bertanya Tentang Diri Sendiri

Pada masa quarter life crisis ini, kita akan diselimuti oleh berbagai pertanyaan tentang diri sendiri. Seperti “Siapa aku?”, “Apa sebenarnya tujuan hidupku”, “Aku hidup buat apa?”, dan lain-lain. Pertanyaan-pertanyaan tersebut yang pada akhirnya mengakibatkan kebingungan serta rasa cemas. Karena diri kita mulai sadar, selama ini belum benar-benar mengerti dan memahami diri sendiri.

2. Merasa Kehilangan Motivasi Dalam Menjalani Hari

Ketika menghadapi fase quarter life crisis, ada fase di mana kita akan kehilangan motivasi. Kehilangan motivasi ini bisa muncul tanpa pandang bulu. Baik saat kehidupanmu sudah mapan ataupun sedang insecure. Misalnya, ketika kondisi finansial dan pekerjaanmu sudah sangat baik. Dengan pendapatan dan tabunganmu saat ini, bisa menghidupimu untuk beberapa tahun ke depan. Justru karena hal tersebut, kamu kehilangan motivasi untuk menjalani kehidupan sehari-harimu.

3. Khawatir akan masa depan

Seiring bertambahnya usia, tentunya semakin bertambah pula kewajiban yang ditanggung oleh diri kita. Terutama tentang masa depan diri sendiri. Ketika teman-teman dan orang yang kita kenal sudah berhasil meraih impian mereka. Sedangkan kamu masih belum meraih apa pun. Dalam hati pun terbesit pertanyaan “Kenapa dia lebih sukses dari aku?”. Hingga pada akhirnya semakin memupuk rasa khawatir dalam diri akan masa depan yang dihadapi.  

Baca Juga: Apa Itu Overthinking? Yuk Kenali Ciri dan Cara Mengatasinya

cara menghadapi quarter life crisis
Source by: Pexels

Solusi Menghadapi Quarter Life Crisis

Mungkin kamu bakal bertanya-tanya, “Lalu bagaimana caraku untuk menghadapi quarter life crisis ini?”, “Apakah pasrah akan keadaan yang terjadi, menjadi solusi yang tepat?” Jawabannya sudah pasti tidak kawan! Bagaimanapun kamu tetap perlu mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi fase ini sebaik-baiknya.

1. Melakukan Tes Psikotes

Cobalah untuk melakukan tes psikotes. Tes tersebut dilakukan agar kamu mendapat asessment yang tepat dari seorang psikolog, agar kamu bisa mengetahui kepribadian, bakat dan passion yang kamu miliki. Ketika kamu mengetahui hal tersebut, maka kamu sudah jauh lebih mengenal dirimu. Sehingga kamu bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: “Apa kelebihan serta kekurangan diri kamu?”, “Apa yang hendak kamu capai dalam beberapa tahun ke depan?”, dan berbagai hal lainnya.

2. Membuat Perencanaan

Ketika kamu sudah mengetahui kelebihan dan kekurangan dirimu. Tentunya akan memudahkan dirimu dalam menyusun rencana-rencana yang kamu ingin realisasikan. Kamu dapat menyusun baik rencana jangka pendek maupun rencana jangka panjangmu dalam beberapa tahun ke depan. Tentunya ketika kamu tahu target yang ingin kamu tuju, dengan time line dan detail yang terstruktur. Maka kamu tidak akan bingung dan kehilangan arah, dan harapan terealisasinya pun semakin besar.

3. Carilah Mentor Yang Tepat

Ketika kamu ingin mewujudkan impian kamu, maka cara yang tercepat adalah dengan belajar dari ahlinya. Jika kamu ingin menjadi ahli silat, maka belajarlah dari para jawara-jawara silat. Bukan belajar dari seorang koki.

Begitu pun ketika kamu memiliki sebuah impian yang ingin kamu wujudkan. Maka carilah mentor yang tepat. Dari mentor tersebut, kamu akan mendapatkan bimbingan tentang hal-hal apa saja yang perlu kamu persiapkan, apa saja yang perlu kamu latih, dan lain-lain. Dengan mendapat mentor yang tepat, maka kamu tidak akan mengalami kebingungan. Karena kamu memiliki tempat bertanya yang tepat. Sehingga waktu yang kamu habiskan semakin efektif untuk mewujudkan impianmu.

Penulis: Muhammad Amin Alimuddin

Referensi:

Kiat Menghadapi Quarter Life Crisis

Jurnal Psikologi UNESA: Hubungan Loneliness dan Quarter Life Crisis Pada Dewasa Awal

Jurnal Quarterlife Crisis Pada Masa Dewasa Awal di Pekanbaru

Artikel Terkait